CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 20 Januari 2010

Menyelamatkan Padi

Petani Desa Tanjang, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyelamatkan tanaman padi mereka dengan menggunakan perahu setelah terendam banjir, Rabu (20/1). Banjir yang merendam area persawahan seluas lebih kurang 3.000 hektar tersebut disebabkan meluapnya Sungai Juwana.
Ingat perjuangan dulu... sama persis..... Banjir bagi kami bukan lagi sesuatu yg aneh.., yang aneh tak ada perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah ini secara tuntas... Waduk Gajah mungkur nggak pernah dikeruk lagi, kali silugonggo ( juwana ) apa lagi, mereka yg ada di pemerintah baik Kab. Pati, Prov. Ja-teng, apalagi Pusat selalu berkalkulasi tentang biaya yg mesti dikeluarkan untuk menolong rakyatnya sangat besar... mungkin ratusan milyar.... tapi mereka tak pernah menghitung dan mengkalkulasikan berapa kerugian rakyatnya akibat banjir ini.. saya pikir jauh lebih besar... dan itu terjadi setiap tahunya.... dari

Senin, 18 Januari 2010

Desa Wisata Pelengkap Warisan Budaya

Desa Wisata Pelengkap Warisan Budaya
Sabtu, 16 Januari 2010 | 03:02 WIB

Timbuktu Harthana


Target Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi adalah membawa Candi Muaro Jambi masuk dalam daftar warisan dunia (world heritage list) menyusul Candi Borobudur dan Prambanan, yang 19 tahun lebih awal telah tercatat di daftar itu. Perlahan, kawasan di sekitarnya mulai dibenahi dan disiapkan menjadi desa wisata, dengan harapan cita-cita besar tersebut segera tercapai. Setidaknya, Candi Muaro Jambi harus bersaing dengan kampung Tana Toraja di Sulawesi Selatan dan sistem subak di Bali yang telah masuk dalam daftar sementara Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), yang menilai dan menetapkan sebuah situs layak disebut sebagai warisan dunia. Untuk itu, butuh kerja keras dosir (berkas dan dokumen) tentang Candi Muaro Jambi yang dibuat Pemerintah Provinsi Jambi bersama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi, akhir tahun 2009, untuk mampu meyakinkan UNESCO.

Selain itu, banyak hal yang harus disiapkan agar itu terwujud. Salah satunya adalah menata masyarakat sekitar candi supaya lebih peduli dan memanfaatkan Candi Muaro Jambi sebagai bagian dari kegiatan hidup mereka. ”Kami menargetkan, tahun 2015 Candi Muaro Jambi sudah masuk sebagai warisan dunia,” ujar Agus Widiatmoko dari Bagian Publikasi dan Dokumentasi BP3 Jambi.

Sebagai kompleks percandian kuno sisa peninggalan masa keemasan agama Buddha di Nusantara, sekitar abad VII-XIV, Candi Muaro Jambi menyimpan keagungan budaya yang belum tergali. Lebih-lebih kehidupan masyarakatnya, yang kaya nilai-nilai kegotongroyongan, kepedulian sosial, dan kebersamaan. Bahkan, senyum ramah warga Desa Muaro Jambi, desa terdekat dengan kompleks candi, merupakan modal kuat desa tersebut menjadi desa wisata.

Berjarak 35 kilometer arah utara Kota Jambi, atau 45 menit jika ditempuh dengan kendaraan bermotor melewati jalan darat, Candi Muaro Jambi ternyata bisa diakses lewat jalur Sungai Batanghari.

Menggunakan perahu ketek, dari kawasan wisata Tanggo Rajo di pusat Kota Jambi, waktu tempuhnya tak lebih dari 30 menit. Jika ingin merasakan budaya sungai masyarakat Jambi, rute Batanghari bisa menjadi pilihan. Ongkosnya sekitar Rp 200.000-Rp 250.000 per perahu ketek untuk 10-15 orang.

Tidak seperti tiga empat tahun lalu, sekarang ini jalan menuju Candi Muaro Jambi semuanya beraspal. Rute menuju ke candi pun banyak pilihan, yakni melalui daerah Olakkemang, sembari mampir ke pusat perajin batik khas Jambi, atau melalui rute lama, lewat Sengeti. Lebih disarankan lewat rute Olakkemang karena bakal banyak dijumpai rumah panggung berarsitektur kuno dengan ukiran kayu Jambi lama. Tentunya menarik sekali untuk diabadikan dengan kamera foto atau direkam dengan kamera video.

Masuk ke kawasan kompleks percandian, beberapa pemuda desa di pos keamanan menyapa ramah para pengunjung yang datang. Gaya mereka santai, tetapi tetap sopan. Di antaranya adalah Brata dan Abdul Haviz yang tergabung dalam Paguyuban Pemuda Candi Muaro Jambi (PPCMJ). Mereka siap menjadi pemandu bagi wisatawan yang haus informasi tentang candi. Mereka juga mitra dari BP3 Jambi, yang secara tak langsung menjadi garda depan pelestarian candi.

Biasanya, pemandu akan mengantar wisatawan keliling ke lokasi-lokasi candi yang telah dipugar, seperti Candi Gumpung, Candi Tinggi, dan Tinggi I, Candi Kembar Batu, Candi Gedong, hingga ke Candi Astano. Pastinya sedikit melelahkan, apalagi di tengah hari yang terik. Sebab, jarak antarcandi sekitar 200-400 meter dan itu harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati jalan setapak bersemen selebar 1 meter.

Dalam perjalanan menyusuri candi dan menapo yang mengubur reruntuhan candi akan dijumpai sejumlah masyarakat desa yang memiliki kebun buah- buahan di sekitar candi. Pohon durian, rambutan, dan duku paling banyak ditanam di sana. Buah duku Jambi yang berukuran besar dan berasa manis itu kebanyakan dikirim ke Jakarta dan dijual dengan label duku Palembang. Maklum, duku Palembang sudah punya nama, sedangkan duku Jambi belum dikenal orang. Padahal, rasanya sama enaknya. Sruupp....

Sinergi

Kesadaran masyarakat mengelola Candi Muaro Jambi sebagai aset pariwisata sudah membenih. Bahkan, menurut tuo tenganai (tokoh masyarakat) di Desa Muaro Jambi, Adam Huri (63), sebagian warga berkeinginan sektor pariwisata Candi Muaro Jambi dikelola bersama pemerintah daerah dan masyarakat desa sekitar kompleks candi. Harapannya, tidak ada warga yang tergusur dari tanah mereka, tetapi warga malah diajak mengelola dan menciptakan fasilitas-fasilitas pendukung pariwisata.

Adam yang juga mantan guru meminta masyarakat jangan sampai digusur atau hanya sebagai penonton. ”Kami tidak mau seperti kasus warga di sekitar Candi Borobudur yang terabaikan. Masyarakat harus diberdayakan,” kata Adam.

Misalnya, menjadikan bekas pemilik lahan menapo sebagai juru pelihara candi. Sejumlah warga juga mulai menyulap rumahnya menjadi rumah inap (home stay) bagi wisatawan yang ingin bermalam dan mengenal kehidupan penduduk lokal Muaro Jambi. Tarifnya sekitar Rp 250.000 per malam.

Abdul Havis yang biasa disapa Ahok menambahkan, PPCMJ terus mencari model-model kegiatan wisata untuk menarik masyarakat mengunjungi Candi Muaro Jambi. Mulai dari mengundang siswa SD di Kabupaten Muaro Jambi agar mereka bisa bercerita kepada keluarganya di rumah hingga gagasan wisata berburu durian. Paket wisata berburu dan menunggu durian runtuh itu terbilang sederhana, tetapi banyak wisatawan asing yang ternyata suka melakukannya.

Ada dua pondok berbentuk rumah panggung sederhana berukuran 4 x 5 meter yang disiapkan, beserta toilet sederhana, bagi turis yang ingin bermalam di kebun menunggui durian jatuh. ”Turis asing suka mendengar bunyi durian yang jatuh, buukk..., tetapi kalau makan durian, mereka tidak doyan,” kata Ahok.

Soal promosi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jambi terbilang getol menawarkan Candi Muaro Jambi sebagai obyek wisata unggulannya. Tiap pameran pariwisata sampai kerja sama dengan biro perjalanan wisata juga telah digagas. Kini, kunjungan wisatawan di candi ini mencapai 600 orang per bulan dari yang sebelumnya di bawah 500 orang per bulan. Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jambi Guntur mengatakan, tamu dinas ataupun swasta yang datang ke Kota Jambi pasti diajaknya ke kompleks percandian.

Mempertahankan tradisi

Gagasan desa wisata tampaknya cocok dikembangkan di perkampungan di sekitar Candi Muaro Jambi. Sebab, perkampungan di pinggir Sungai Batanghari ini masih menyisakan beberapa rumah panggung berarsitektur Jambi lawas, termasuk menyediakan perahu sebagai alat transportasi terpenting mereka saat Sungai Batanghari banjir. Bagi orang luar Jambi, hal ini adalah daya tarik yang tak pernah mereka dapati saban hari.

Tradisi gotong royong tetap terjaga sampai sekarang, mulai dari mengadakan pesta pernikahan, melakukan panen raya, sampai mengurus pemakaman. Jika salah satu keluarga menggelar acara pernikahan, tiap warga desa wajib menjadi panitianya. Entah sebagai juru masak atau hanya sebagai penjemput piring yang dipinjam dari kampung tetangga. Semuanya harus terlibat.

Saat ada warga yang meninggal, keluarga yang ditinggalkan tak perlu repot memikirkan prosesi pemakaman karena semuanya diurus oleh persatuan kematian. Warga yang datang melayat umumnya menolak jika disuguhi makanan dan minuman, sebagai bentuk belasungkawa mereka. Seperti adat di Jawa, para betina, sebutan bagi perempuan Jambi, membawa beras satu kaleng susu, sedangkan kaum jantannya (laki-laki) biasanya menyumbang uang secara sukarela.

Tradisi ini pun mutlak berlaku bagi pendatang yang menetap di desa mereka. ”Dimano tembilang tercacak, di situ tanam tumbuh. (Maksudnya, di mana kita tinggal, kita harus mengikuti tradisi yang berlaku),” kata Adam Huri yang memberi gambaran tradisi masyarakat desanya yang berbenah menjadi desa wisata, seperti desa wisata yang menjamur di Yogyakarta dan Bali.

Senin, 24 Agustus 2009

Seger...... Air Terjun Lembah Anai



Hemmm mungkin sudah yang keempat kalinya aku nyebur di sini, airnya sejuk, jernih dan nggak mboseni paling karena lagi hujan jadi dingin..... herrrrr tapi sesudah nyebur agak berkurang tuch dinginnya.
Segar... segar..... benar-benar terasa segarnya, hilang capek, penat dan beban pikiran maunya terus berend
am.
Salut untuk pemda setempat, untuk sumatera barat memang banyak sekali wisata alam yang mantap, alami dan hemmmmm terasa bener Nikmatnya Dunia di sini.
Pinginya lama-lama cuma harus cepat bergegas pulang ke Jambi, lagian mau mampir ke Danau Singkarak, mau menikmati sore hari di singkarak katanya nggak kalah mantap pemandangannya. sekalian isi perut disana.
Mudah-mudahan lain waktu kami bisa kesini lagi... habis ngangeni....

Kamis, 13 Agustus 2009

Bumi Minang yang Tetap Terjaga


Mengapa Sumatera Barat seolah tak tersentuh eksploitasi kandungan buminya? tak banyak perusahaan tambang disana, hanya ada dua PT. Semen Padang dan penambangan batu bara Ombilin, itu setahuku entah kalau ada yang lain. Apakah tidak ada keinginan untuk menggali lebih banyak lagi bahan tambang yang lain? padahal saya yakin banyak emas, minyak bumi, gas, marmer, atau entah apa lagi. Mereka juga ingin maju, ingin kaya, ingin, ingin dan ingin, tapi yang aku tahu mereka tak ingin anak cucu mereka kehilangan apa yang dianugerahkan Tuhan pada bumi mereka. Mereka begitu mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan, dengan hukum adat yang telah mampu membaca apa yang akan terjadi di masa modern. Alam memberi berkah maka mereka mengolah alam dengan baik, alami dan sebisa mungkin tak merusak. hasil pertanian tak pernah kurang, hasil hutan tak pernah habis, dan hasil alam tak pernah lekang. Pemerintah dan masyarakatnya mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik tanpa harus menggali "PAD" dari merusak alam. Perekonomian mereka begitu kuat karena berbasis kerakyatan, krisis global yang melanda kepelosok negeripun tak membuat mereka goyang. Tuah dari menjaga alam itu pasti akan datang juga, Bumi Minang menjadi tujuan wisata alam pulau sumatera dan selai hasil pertanian "PAD" pariwisata akan tergali dengan sendirinya....... Hemmmmm Nikmatnya Dunia..........

Rabu, 29 Juli 2009

Sambel Favorit, Jepet Pecel


Wuih... mantap......
begitu sambel terhidang langsung membuat lapar perut. Ini sambel favoritku dulu, apalagi bikinan ibu, pass untuk menyantap nasi yang maasih panas-panas..... nggak terasa udah nambah tiga kali, aroma khas sambal terasi dan ikan segar yang langsung dibakar menyentuh langsung ke bara membuat rasanya bener-bener hemmmm.

Untung dapet ikannya lumayan banyak, pagi itu kami sekeluarga besar saling berebut, karena sudah lama kami tak dapat menikmati segarnya ikan-ikan dari sungai di kampung kami. Baru sekitar dua tahunan ini sungai itu tidak di "tubo", biasanya hampir setiap saat selalu saja ada orang-orang yang entah sadar atau tidak memusnahkan dengan pestisida. Sudah hampir sepuluh tahunan ikan-ikan susah didapat, kami yang biasanya dapat menambah penghasilan dari menangguk ikan " nganco ", melihat keciprat ikan pun tak pernah.

Sekitar tiga tahun kemaren baru ada kesepakatan bahwa siapapun dilarang melakukan penangkapan ikan dengan cara menggunakan "tobo" dan setrum, sangsi yang lumayan berat diterapkan bagi yang melanggar. Usaha ini mulai menampakkan hasil pada saat-saat sekarang, ikan-ikan dapat berkembang, dari jepet, keting, benggel, lundu, kutuk ( gabus), udang sungai bahkan kepiting. Mirip seperti dulu waktu kami masih kecil-kecil begitu mudahnya menangkap ikan di sungai yang ada dikampung kami.

Senin, 27 Juli 2009

Pentingnya Sebuah Logo

Senin, 8 Juni 2009 - 07:58 wib

text TEXT SIZE :
Share
Tung Desem Waringin. (Foto: Wordpress.com)

DALAM 30 detik silakan tuliskan minimal lima logo produk yang Anda ingat atau yang pernah Anda lihat (produk apa saja). Mengapa Anda mengingat logo produk tersebut?

Biasanya,orang mengingat logo antara lain karena bentuknya yang unik/menarik, mudah dilihat atau dibaca,dan bentuk atau tulisannya mudah diingat. Menurut Anda,apa pentingnya logo dalam suatu perusahaan? Dan apa hubungannya dengan Marketing Revolution? Menurut saya, logo antara lain mempermudah kita untuk mengingat sesuatu. Karena pada dasarnya manusia lebih mudah mengingat gambar.

Oleh karena itu, secara umum biasanya kita lebih mudah mengingat wajah seseorang dari pada mengingat namanya. Maka, untuk melakukan branding, sebuah perusahaan katakanlah produsen minuman akan mematenkan botolnya, bentuknya, dan lain-lain yang bisa menunjukkan kekhasan suatu produk. Tak mengherankan bila terkadang orang lebih mengingat botolnya atau bentuk produknya, tetapi kadang lupa apa nama produknya.

Oleh karena itu,supaya produk kita lebih mudah diingat oleh konsumen, selain bentuk desain produknya yang unik, juga diperlukan bentuk logo yang menarik, mudah dibaca atau dilihat, dan mudah diingat. Hal ini bertujuan agar konsumen tidak mudah salah pilih dengan produk lainnya (gara-gara bentuk produknya hampir sama dengan produk kita, padahal logonya berbeda). Misalnya saja, karena samasama produk air dalam kemasan, bentuk botolnya hampir sama, terkadang orang lupa apa merek atau bagaimana logonya produk tersebut.

Maka, kita perlu mendesain logo sejak awal dengan perhitungan yang matang antara lain mempunyai unsur menarik,mudah dibaca atau dilihat, dan mudah diingat. Ini juga berkaitan dengan pilihan warna, tipe huruf, dan komposisi bentuk. Jika kita ingin memberikan penawaran yang sensasional, orang akan mudah mengingat produk kita dan membelinya (tidak tertukar dengan produk yang lain). Cukup banyak perusahaan yang mendesain logo hanya karena bentuknya dianggap ?indah/ menarik? saja, tapi tidak mempertimbangkan faktor mudah dilihat/ dibaca dan mudah diingat.Ketika produk dipasarkan,konsumen cukup banyak yang lupa apa nama produknya, bagaimana logonya.

Mungkin konsumen pertama kali akan membeli produk itu, namun karena lupa merek atau logonya, di kemudian hari bisa saja terjadi mereka membeli produk kompetitor yang logonya lebih mudah diingat. Perlu diperhatikan pula,dalam membuat logo, baik logo produk atau perusahaan, kita harus mempertimbangkan faktor teknis desainnya. Sebagai contoh, bagaimana jika logo diletakkan di kop surat, amplop, brosur atau mungkin dalam beberapa bentuk/media lain yang lebih kecil, misalnya di kartu nama, bolpoin, pensil.

Jangan lupa, pertimbangkan juga apakah logonya masih terlihat dengan jelas? Apakah desain logonya masih bisa dipertahankan komposisinya (bentuk, warna, dan tipe hurufnya)? Bila logonya terlalu rumit, kemudian diaplikasikan dalam media yang kecil, biasanya logo menjadi terlihat tidak jelas.

Maka, kita tidak jarang melihat perusahaanperusahaan/ produk yang mengganti logonya (bahkan dengan biaya yang sangat tinggi) supaya logonya menjadi lebih baik (memberi arti yang lebih positif), lebih menarik, mudah dilihat, mudah dibaca, dan mudah diingat. Jika Anda belum telanjur membuat logo suatu produk/ perusahaan Anda, pertimbangkan kembali faktor-faktor tersebut. (*)

TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in Business 2005
(Koran SI/Koran SI/rhs)

Meningkatkan Pemasaran dalam Kondisi Krisis

Senin, 22 Juni 2009 - 08:00 wib

text TEXT SIZE :
Share
Foto: wordpress.com

SECARA jujur, apa yang Anda pikirkan tentang kondisi ekonomi dunia secara global sekarang ini? Mungkin banyak dari Anda yang mengatakan sedang terjadi krisis ekonomi yang cukup parah, bahkan parah.

Namun, ada juga dari Anda yang mungkin melihat sekarang ini bukan ?krismon?-tapi ?simon?, yaitu bukan krisis moneter tapi siklus moneter.Semua pasti ada siklusnya. Mungkin kita sekarang sering melihat atau mendengar jika tidak sedikit yang merasa berputus asa dalam kondisi sekarang ini.Merasa bisnisnya mentok, bahkan mengalami kerugian yang terus menerus.

Mungkin juga sudah ada yang berpikir untuk menghentikan bisnisnya atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya. Jika kita mampu menangkap peluang dan segera beraksi dalam kondisi seperti ini, kita tentu tetap akan mendapatkan hasil yang dahsyat. Pernahkah Anda mendengar atau melihat dalam kondisi ekonomi yang dianggap terpuruk sekali pun ada perusahaan yang maju dan bahkan semakin berkembang? Dalam kondisi seperti sekarang ini, kita tetap bisa meningkatkan pemasaran.

Yang paling penting, kita terus fokus pada bagaimana cara membuat nilai tambah yang dahsyat, selanjutnya buatlah faktor kalinya.Buatlah orang lain menang (win) terlebih dulu, maka Anda pun akan menjadi pemenang. Bagi Anda bergerak dalam bidang penjualan atau bisnis apa pun, sebenarnya Anda tetap bisa meningkatkan pemasaran produk atau jasa dalam kondisi apa pun, antara lain dengan menggunakan faktor kali.Sebagai contohnya,ada peserta seminar saya (setelah belajar dari marketing revolution saya) mencoba memulai bisnis pemasaranbuku.

Akhirnya iamulaitahudan praktik untuk membuat faktor kali. Jika selama ini hanya menjual buku sendiri (secara tradisional),ia hanya mendapatkan hasil penjualan yang biasasaja.Namun,ketikaiaakhirnya mampu membuat faktor kali dengan menjual bukunya melalui multilevel (yang mempunyai faktor kali),akhirnya penjualannya bukunya bisa jauh meningkat. Untuk meningkatkan pemasaran, Anda bisa mengombinasikan kemampuan internet marketing.

Jika Anda belum pernah belajar mengenai internet marketing, lakukan sekarang juga. Karena banyak sekali bisnis yang masih dijalankan secara tradisional dan mengeluarkan biaya marketing,promosi yang besar namun hasilnya biasa saja,bahkan merugi.Dengan internet marketing (tentunya, jika Anda belajar dari orang yang tepat), Anda akan bisa meningkatkan pemasaran dengan lebih efektif yang bisa menghemat biaya promosi atau pemasaran. Intinya adalah, apa pun bisnis yang Anda jalankan,dalam kondisi krisis sekali pun, Anda tetap bisa melakukan peningkatan pemasaran dengan membuat nilai tambah produk/jasa Anda.

Harus pula diingat, selalu buat faktor kali Anda, karena sebagus apa pun nilai tambah Anda, tanpa membuat faktor kali,Anda akan menghadapi lebih banyak tantangan dalam meningkatkan pemasaran. Lakukan sekarang juga, daftar orang, perusahaan atau apa pun yang bisa menjadi faktor kali Anda untuk meningkatkan pemasaran dalam kondisi yang dianggap krisis seperti sekarang ini.

Selamat praktik dan meraih hasil yang dahsyat! Jika mempunyai kisah kesuksesan karena telah membaca dan mempraktikkan ilmu yang saya ajarkan dalam bukubuku saya atau karena hasil mengikuti seminar-seminar saya, segera kirim ke: ungdw@ dahsyat.com.

Untuk kisah sukses yang inspirasional, saya akan tampilkan di buku saya selanjutnya. Ini merupakan kesempatan emas Anda dan sekaligus mempromosikan produk atau jasa yang Anda tawarkan. (*)